Ujian Tengah Semester (UTS) adalah momen penting bagi para siswa untuk mengukur sejauh mana pemahaman mereka terhadap materi yang telah dipelajari. Bagi siswa kelas 7, mata pelajaran Ilmu Pengetahuan Alam (IPA) seringkali menjadi salah satu fokus utama. Bab 1 dan 2 dalam kurikulum IPA kelas 7 biasanya membahas topik-topik fundamental yang menjadi dasar untuk pembelajaran selanjutnya. Oleh karena itu, penguasaan materi pada kedua bab ini sangat krusial untuk meraih hasil yang memuaskan dalam UTS.
Artikel ini akan mengupas tuntas contoh-contoh soal yang sering muncul dalam UTS kelas 7 untuk Bab 1 dan Bab 2 IPA, beserta penjelasan mendalam untuk membantu Anda mempersiapkan diri dengan optimal. Dengan memahami pola soal dan konsep di baliknya, Anda akan lebih percaya diri dalam menghadapi ujian.
Bab 1: Keadaan Alam dan Peristiwa Alam

Bab pertama dalam IPA kelas 7 biasanya berfokus pada pemahaman tentang bumi tempat kita tinggal, termasuk komponen-komponennya, fenomena alam yang terjadi, dan dampaknya bagi kehidupan. Topik-topik yang sering dibahas meliputi:
- Pengukuran: Konsep dasar pengukuran, alat ukur, dan satuan.
- Sifat Fisika Benda: Massa, volume, kerapatan, suhu, dan wujud zat.
- Perubahan Wujud Zat: Perubahan dari padat ke cair, cair ke gas, dan sebaliknya, beserta faktor-faktor yang mempengaruhinya.
- Cuaca dan Iklim: Perbedaan cuaca dan iklim, unsur-unsur cuaca, serta dampaknya.
- Peristiwa Alam: Gempa bumi, gunung meletus, tsunami, banjir, dan cara mitigasinya.
Mari kita bedah contoh-contoh soal yang relevan dengan topik-topik tersebut:
Contoh Soal 1 (Pengukuran):
Seorang siswa mengukur panjang meja belajarnya menggunakan penggaris. Hasil pengukuran menunjukkan angka 120 cm.
a. Ubahlah satuan panjang meja tersebut ke dalam satuan meter!
b. Jika lebar meja adalah 600 mm, ubahlah satuan lebar meja tersebut ke dalam satuan sentimeter!
Pembahasan:
Soal ini menguji pemahaman siswa tentang konversi satuan panjang.
a. Untuk mengubah sentimeter (cm) menjadi meter (m), kita perlu mengingat bahwa 1 meter = 100 sentimeter. Jadi, untuk mengubah 120 cm menjadi meter, kita membagi angka tersebut dengan 100.
120 cm ÷ 100 = 1.2 meter.
b. Untuk mengubah milimeter (mm) menjadi sentimeter (cm), kita perlu mengingat bahwa 1 sentimeter = 10 milimeter. Jadi, untuk mengubah 600 mm menjadi sentimeter, kita membagi angka tersebut dengan 10.
600 mm ÷ 10 = 60 sentimeter.
Contoh Soal 2 (Sifat Fisika Benda dan Perubahan Wujud Zat):
Dua buah benda, A dan B, memiliki volume yang sama yaitu 100 cm³. Massa benda A adalah 200 gram, sedangkan massa benda B adalah 500 gram.
a. Berapakah kerapatan benda A dan benda B?
b. Jika es batu (padat) dimasukkan ke dalam segelas air hangat (cair), jelaskan perubahan wujud zat yang terjadi dan sebutkan faktor yang mempengaruhinya!
Pembahasan:
Soal ini menguji pemahaman tentang kerapatan dan perubahan wujud zat.
a. Kerapatan (ρ) dihitung dengan rumus: ρ = massa (m) / volume (V).
- Kerapatan benda A: ρ_A = 200 gram / 100 cm³ = 2 gram/cm³.
- Kerapatan benda B: ρ_B = 500 gram / 100 cm³ = 5 gram/cm³.
b. Ketika es batu (padat) dimasukkan ke dalam air hangat (cair), terjadi perubahan wujud dari padat menjadi cair, yang disebut dengan mencair atau melebur. Faktor utama yang mempengaruhinya adalah kenaikan suhu. Air hangat memiliki suhu yang lebih tinggi daripada titik beku es, sehingga memberikan energi panas kepada es. Energi panas ini menyebabkan partikel-partikel dalam es bergetar lebih cepat dan bergerak lebih bebas, akhirnya mengubah struktur padat menjadi cair.
Contoh Soal 3 (Cuaca dan Iklim):
Jelaskan perbedaan mendasar antara cuaca dan iklim! Berikan contoh masing-masing!
Pembahasan:
Soal ini menuntut siswa untuk membedakan dua konsep yang sering tertukar.
-
Cuaca: Keadaan udara di suatu tempat pada waktu tertentu yang sifatnya lebih sempit dan dapat berubah-ubah dengan cepat.
- Contoh: "Hari ini cuaca di Jakarta mendung dan diperkirakan akan hujan sore nanti." atau "Besok pagi cuaca di Bandung cerah berawan."
-
Iklim: Rata-rata kondisi cuaca di suatu wilayah dalam periode waktu yang lama, biasanya 30 tahun atau lebih. Iklim bersifat lebih stabil dan menggambarkan pola cuaca jangka panjang.
- Contoh: "Indonesia memiliki iklim tropis yang ditandai dengan suhu tinggi dan kelembaban sepanjang tahun." atau "Wilayah kutub memiliki iklim dingin yang ekstrem."
Contoh Soal 4 (Peristiwa Alam):
Gempa bumi adalah salah satu peristiwa alam yang dapat menimbulkan kerugian besar. Jelaskan secara singkat penyebab terjadinya gempa bumi dan sebutkan dua upaya mitigasi yang dapat dilakukan untuk mengurangi dampaknya!
Pembahasan:
Soal ini menguji pengetahuan siswa tentang fenomena alam geologis.
-
Penyebab Gempa Bumi: Gempa bumi terjadi akibat pergerakan lempeng-lempeng kerak bumi. Lempeng-lempeng ini terus bergerak, dan ketika terjadi gesekan atau tabrakan antar lempeng, energi besar dilepaskan dalam bentuk gelombang seismik yang merambat ke permukaan bumi, menyebabkan getaran yang kita rasakan sebagai gempa. Ada juga gempa bumi vulkanik yang disebabkan oleh aktivitas gunung berapi.
-
Upaya Mitigasi:
- Pembangunan Gedung Tahan Gempa: Mendesain dan membangun bangunan dengan struktur yang kuat dan fleksibel agar mampu menahan guncangan gempa.
- Edukasi Masyarakat: Memberikan pemahaman kepada masyarakat tentang cara bertindak yang aman saat terjadi gempa (misalnya, berlindung di bawah meja yang kokoh, menjauhi jendela).
- Sistem Peringatan Dini: Memasang dan mengoperasikan sistem peringatan dini gempa untuk memberikan waktu evakuasi kepada masyarakat di daerah rawan.
- Penataan Ruang: Merencanakan tata ruang kota dengan mempertimbangkan zona rawan gempa dan menghindari pembangunan di area yang sangat berbahaya.
Bab 2: Makhluk Hidup dan Lingkungannya
Bab kedua dalam IPA kelas 7 biasanya mengantarkan siswa pada dunia biologi, dengan fokus pada keanekaragaman hayati, interaksi antar makhluk hidup, serta peran mereka dalam ekosistem. Topik-topik yang umum dibahas meliputi:
- Ciri-ciri Makhluk Hidup: Bernapas, makan dan minum, bergerak, tumbuh dan berkembang, peka terhadap rangsang, berkembang biak, dan mengeluarkan zat sisa.
- Klasifikasi Makhluk Hidup: Pengelompokan makhluk hidup berdasarkan ciri-cirinya (misalnya, kingdom, filum, kelas, ordo, famili, genus, spesies).
- Interaksi Antar Komponen Ekosistem: Rantai makanan, jaring-jaring makanan, piramida ekologi, simbiosis (mutualisme, komensalisme, parasitisme).
- Lingkungan dan Pelestariannya: Pengertian lingkungan, pencemaran lingkungan, dan upaya pelestarian keanekaragaman hayati.
Berikut adalah contoh-contoh soal yang relevan dengan Bab 2:
Contoh Soal 5 (Ciri-ciri Makhluk Hidup):
Sebutkan minimal lima ciri-ciri umum yang dimiliki oleh sebagian besar makhluk hidup! Jelaskan salah satu ciri tersebut secara singkat!
Pembahasan:
Soal ini menguji pemahaman dasar tentang karakteristik kehidupan.
-
Lima Ciri Makhluk Hidup:
- Bernapas
- Makan dan minum (membutuhkan nutrisi)
- Bergerak
- Tumbuh dan berkembang
- Peka terhadap rangsang (irabilitas)
- Berkembang biak
- Mengeluarkan zat sisa (ekskresi)
-
Penjelasan Salah Satu Ciri (Contoh: Bernapas): Bernapas adalah proses menghirup oksigen dan mengeluarkan karbon dioksida (pada hewan aerobik) atau proses pertukaran gas untuk mendapatkan energi. Pada tumbuhan, proses ini melibatkan fotosintesis (menghasilkan oksigen) dan respirasi (menggunakan oksigen). Tujuan bernapas adalah untuk menghasilkan energi yang dibutuhkan oleh seluruh aktivitas sel dalam tubuh.
Contoh Soal 6 (Klasifikasi Makhluk Hidup):
Seekor hewan memiliki ciri-ciri sebagai berikut: memiliki tulang belakang, berdarah panas, bernapas dengan paru-paru, memiliki empat kaki, dan menyusui anaknya. Berdasarkan ciri-ciri tersebut, tentukan termasuk dalam kelompok hewan apakah hewan tersebut! Sebutkan minimal dua contoh hewan lain yang memiliki ciri serupa!
Pembahasan:
Soal ini menguji kemampuan siswa dalam mengidentifikasi kelompok hewan berdasarkan ciri-cirinya, yang merupakan bagian dari klasifikasi.
-
Kelompok Hewan: Hewan dengan ciri-ciri tersebut termasuk dalam kelompok Mamalia.
-
Contoh Hewan Mamalia Lain: Kucing, anjing, harimau, gajah, paus, monyet.
Contoh Soal 7 (Interaksi Antar Komponen Ekosistem):
Perhatikan rantai makanan berikut: Rumput → Belalang → Katak → Ular → Elang.
a. Identifikasikan produsen, konsumen tingkat I, konsumen tingkat II, konsumen tingkat III, dan konsumen tingkat IV dalam rantai makanan tersebut!
b. Jelaskan pengertian simbiosis mutualisme dan berikan satu contohnya!
Pembahasan:
Soal ini menguji pemahaman tentang aliran energi dalam ekosistem.
a.
- Produsen: Rumput (karena mampu membuat makanannya sendiri melalui fotosintesis).
- Konsumen Tingkat I: Belalang (memakan rumput).
- Konsumen Tingkat II: Katak (memakan belalang).
- Konsumen Tingkat III: Ular (memakan katak).
- Konsumen Tingkat IV: Elang (memakan ular).
b. Simbiosis Mutualisme: Adalah interaksi antara dua jenis makhluk hidup yang berbeda, di mana kedua belah pihak sama-sama mendapatkan keuntungan.
- Contoh: Kerbau dengan burung jalak. Burung jalak memakan kutu yang menempel di kulit kerbau, sehingga kerbau terbebas dari kutu dan mendapatkan kebersihan. Sementara itu, burung jalak mendapatkan makanan dari kutu tersebut.
Contoh Soal 8 (Lingkungan dan Pelestariannya):
Jelaskan pengertian pencemaran lingkungan! Sebutkan tiga jenis pencemaran lingkungan beserta contoh dampaknya!
Pembahasan:
Soal ini menekankan pada kesadaran siswa terhadap isu lingkungan.
-
Pencemaran Lingkungan: Adalah masuknya atau dimasukkannya zat, energi, atau komponen lain ke dalam lingkungan oleh kegiatan manusia, sehingga melampaui baku mutu lingkungan yang telah ditetapkan. Akibatnya, kualitas lingkungan menurun hingga pada tingkat tertentu yang menyebabkan lingkungan tidak dapat berfungsi lagi sesuai peruntukannya.
-
Tiga Jenis Pencemaran dan Dampaknya:
- Pencemaran Air:
- Contoh: Pembuangan limbah pabrik industri tekstil yang mengandung zat pewarna dan bahan kimia berbahaya ke sungai.
- Dampak: Matinya ikan dan organisme air lainnya, air sungai menjadi keruh dan berbau, sumber air minum tercemar, timbulnya penyakit bagi manusia yang mengonsumsi air tersebut.
- Pencemaran Udara:
- Contoh: Emisi gas buang kendaraan bermotor yang mengandung karbon monoksida (CO) dan nitrogen dioksida (NO₂).
- Dampak: Gangguan pernapasan bagi manusia dan hewan, kerusakan tanaman, timbulnya hujan asam, efek rumah kaca yang menyebabkan pemanasan global.
- Pencemaran Tanah:
- Contoh: Penggunaan pupuk kimia dan pestisida secara berlebihan dalam pertanian.
- Dampak: Kesuburan tanah menurun, organisme tanah (seperti cacing) mati, residu bahan kimia berbahaya dapat masuk ke dalam rantai makanan, pencemaran air tanah.
- Pencemaran Air:
Strategi Belajar Efektif
Untuk menghadapi UTS Bab 1 dan 2 IPA dengan percaya diri, terapkan strategi belajar berikut:
- Pahami Konsep, Bukan Hafalan: IPA bukan hanya tentang menghafal, tetapi memahami konsep di baliknya. Pastikan Anda mengerti mengapa suatu peristiwa terjadi atau bagaimana suatu proses bekerja.
- Baca Ulang Materi: Bacalah kembali catatan pelajaran dan buku teks Anda secara teliti untuk setiap bab. Fokus pada definisi, rumus, dan penjelasan penting.
- Kerjakan Latihan Soal: Semakin banyak latihan soal yang Anda kerjakan, semakin terbiasa Anda dengan berbagai tipe pertanyaan dan semakin lancar Anda dalam menjawab. Gunakan contoh soal di atas sebagai awal latihan.
- Buat Ringkasan: Buatlah ringkasan materi penting dalam bentuk poin-poin atau peta pikiran (mind map). Ini membantu mengorganisir informasi dan mempermudah mengingat.
- Diskusikan dengan Teman: Belajar bersama teman dapat membantu Anda mendapatkan perspektif baru dan memperjelas pemahaman yang masih kurang.
- Tanya Guru: Jika ada materi atau soal yang sulit dipahami, jangan ragu untuk bertanya kepada guru Anda.
Dengan persiapan yang matang dan strategi belajar yang tepat, Anda pasti dapat menguasai materi Bab 1 dan 2 IPA serta meraih hasil yang optimal dalam UTS Anda. Selamat belajar dan semoga sukses!






Tinggalkan Balasan